Bagi penulis, dosen, atau peneliti, mungkin sering mendengar istilah ISBN, ISSN, dan DOI. Ketiga kode identifikasi ini sama-sama penting dalam dunia penerbitan dan publikasi, tapi fungsinya berbeda. Kesalahan dalam memilih bisa membuat karya Anda tidak terindeks dengan baik atau bahkan ditolak oleh lembaga akademik. Yuk, kita bedakan satu per satu!
📘 1. ISBN (International Standard Book Number)
Untuk siapa? → Buku tunggal atau monograf (buku ajar, buku referensi, novel, antologi, dll).
- ISBN adalah nomor unik internasional yang diberikan pada buku.
- Biasanya terdiri dari 13 digit.
- Fungsinya seperti KTP untuk buku, memudahkan identifikasi oleh perpustakaan, toko buku, dan distributor.
- Buku tanpa ISBN sulit masuk toko buku besar dan tidak tercatat di sistem katalog internasional.
Contoh penggunaan:
- Buku ajar dosen
- Buku fiksi/nonfiksi yang diterbitkan sendiri atau lewat penerbit
- Kumpulan puisi dalam bentuk buku
📰 2. ISSN (International Standard Serial Number)
Untuk siapa? → Terbitan berkala (jurnal ilmiah, majalah, buletin).
- ISSN adalah nomor unik untuk terbitan berkala.
- Terdiri dari 8 digit.
- Bedanya dengan ISBN, ISSN digunakan untuk serial yang terbit berulang.
- Jika jurnal atau majalah punya versi cetak dan online, masing-masing bisa punya ISSN berbeda (ISSN cetak & e-ISSN).
Contoh penggunaan:
- Jurnal penelitian kampus
- Majalah bulanan
- Buletin komunitas
🌐 3. DOI (Digital Object Identifier)
Untuk siapa? → Artikel jurnal, prosiding, atau karya ilmiah digital.
- DOI adalah kode permanen untuk dokumen digital.
- Bentuknya seperti tautan/link unik (contoh:
https://doi.org/10.1234/abcd). - Fungsi utamanya adalah memudahkan artikel ditemukan di dunia maya meskipun situs asal berubah.
- Sangat penting untuk peneliti karena digunakan dalam sitasi internasional dan indeksasi (Scopus, CrossRef, dll).
Contoh penggunaan:
- Artikel di jurnal ilmiah
- Paper konferensi/prosiding
- Laporan penelitian online
📊 Perbedaan Singkat ISBN, ISSN, dan DOI
| Kode | Digunakan untuk | Bentuk Karya | Contoh |
|---|---|---|---|
| ISBN | Buku tunggal | Buku ajar, novel, antologi | Buku ajar dosen dengan ISBN 978-602-xxx |
| ISSN | Terbitan berkala | Jurnal, majalah, buletin | Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (e-ISSN 1234-5678) |
| DOI | Artikel digital | Paper, artikel jurnal, prosiding | Artikel riset dengan DOI: 10.1234/abcd |
✨ Jadi, Mana yang Tepat untuk Karya Anda?
- Kalau Anda menulis buku ajar, novel, atau kumpulan puisi → gunakan ISBN.
- Kalau Anda menerbitkan jurnal atau majalah → wajib pakai ISSN.
- Kalau Anda menulis artikel ilmiah yang dipublikasikan secara digital → pastikan ada DOI.
Dengan memilih kode identifikasi yang tepat, karya Anda akan diakui secara resmi, mudah ditemukan, dan memiliki nilai akademik maupun komersial yang lebih tinggi.